Nikmatnya Kopi Pagaralam

Ngopi, tradisi yang jadi awal dari kegiatan sehari  hari penduduk Indonesia (walo ada juga yang pake minuman lain, tapi skrg kita focus ke coffee in the morning ya,, 😀 ). Nah, saat ini, kita akan ngomongin kopi dengan setting sebuah tempat di daerah sumatera selatan, Pagaralam. sedikit cerita, Paman saya hampir tidak pernah mau meminum kopi yang diseduh dengan air dari dispenser ataupun dari wadah penyimpanan air panas.

Karena, rasa dan khasiat kopi akan kurang jreng… Ia lebih suka meminum kopi diseduh dengan air yang benar benar baru mendidih. Ya, dengan begitu, kopi akan larut dengan sempurna dan mengelurkan aroma khas yang tajam.. ughh, jd pengen ngopi laggee.. . ya, saya saat ini telah menjadi maniak kopi, dari yang dulu sangat anti dengan kopi.. kopi ini membiusku.. :D Ya, telah menjadi tradisi di tengah masyarakat Pagaralam sejak puluhan tahun silam. Kebanyakan masyarakat percaya, kopi baik untuk menyegarkan badan, menambah semangat kerja, dan bisa menahan rasa lapar. Bahkan, bagi mereka yang telah ketagihan, minum kopi pada pagi hari telah menjadi rutinitas yang sulit ditinggalkan. Sebagian besar masyarakat lebih menyukai kopi hasil petikan dari pohon yang tumbuh di Pagaralamhttp://www.pagaralam.go.id/ karena dinilai lebih enak dan berkualitas. Untuk mendapatkan kopi yang berkualitas tinggi, diperlukan cara pengolahan yang tepat sejak memetik buah kopi sampai menyeduh dalam cangkir. Para penikmat kopi memetik biji-biji kopi yang sudah tua dan benar-benar masak, biasanya berwarna merah delima. Biji-biji pilihan dijemur hingga kering dan diambil yang bijinya berwarna kuning mengilap. Setelah direndam dan dicuci, biji kopi digoreng dalam penggorengan,tanpa minyak. Kopi yang sudah matang dihaluskan dalam tumbukan kayu, kemudian disaring dengan ayakan sehingga didapat bubuk yang halus. Bubuk tanpa campuran bahan lain itu diseduh dalam air yang mendidih sampai menghasilkan kopi yang kental. Kopi diminum panas-panas agar terasa lebih nikmat. Kalau salah mengolahnya, rasa kopi jadi beda. Bagi yang sudah terbiasa mudah menilainya, hanya dengan melihat air kopi saja. Kelezatan kopi di daerah ini sudah lama terkenal, bahkan sejak zaman Belanda. Selama puluhan tahun, kopi produksi daerah itu lebih dikenal sebagai kopi Lahat. Saat ini, Pagaralam, daerah pegunungan itu telah memisahkan diri dari Kabupaten Lahat dan menjadi kota otonom. Akan tetapi, orang-orang masih suka menyebutnya kopi Lahat, padahal asalnya dari Pagaralam. Kopi Pagaralam yang asli mudah dikenali dari aroma yang sedap, air seduhan yang kental, dan rasanya yang gurih. Kualitas itu menjadi istimewa karena kopi dipelihara turun-menurun secara tradisional, ditanam di tanah yang subur, dan tumbuh di alam pegunungan berhawa dingin. Tanaman kopi di daerah pedalaman tumbuh subur tanpa obat-obatan kimiawi. Hanya saja, ketenaran kopi Pagaralam kini sedang dipertaruhkan. Jika harga jual biji kopi yang anjlok sejak beberapa tahun lalu terus memburuk, sejarah kopi dari kota di kaki Gunung Dempo itu akan segera pupus. Kenangan tentang hamparan kebun kopi yang rimbun menghijau di lereng-lereng bukit akan tinggal menjadi cerita bagi anak cucu nanti. Apalagi, sekarang ini banyak petani yang terus merugi mulai membabat pohon kopi untuk diganti tanaman lain yang lebih menjanjikan keuntungan besar.

Cari :

  • harga mesin penggiling kopi kering di pagar alam